Di tengah perjalanan, tapatnya saat angkutan itu melewati daerah pasar patra, sepasang kakek nenek yang kira-kira sudah berusia lebih dari 70 tahun menaiki angkutan itu. Mereka membawa beberapa kantung belanjaan yang berisikan sayur-sayuran. Mereka bergantian menaiki angkutan tersebut dan Sang kakek mempersilahkan istrinya naik terlebih dahulu. Dengan tubuhnya yang sudah renta dan kantung belanjaan yang mereka bawa, mereka menaiki angkutan itu dengan perlahan-lahan. Setelah mereka duduk, si sopir angkot menjalankan kembali angkotnya.
Kuperhatikan sepasang kakek nenek ini sepertinya sangat menikmati keadaannya, meskipun mereka sudah renta. Mereka sedikit berbincang-bincang, tersenyum dan tertawa satu sama lain. Memang tidak lama sepasang kakek nenek ini berada di dalam angkot, karena sepertinya mereka salah menaiki angkot. Saat tiba di pertigaan jalan yang dahulu terdapat sekolah TK milik Kak Seto (yang sekarang sudah tutup, entah pindah kemana), sang nenek tersadar bahwa mereka menaiki angkutan yang salah (karena angkutan ini berbelok ke kanan dan seharusnya mereka menaiki angkutan yang belok ke kiri).
Dengan logat jawanya sang nenek bilang: "Ehh....stop stop...kok belok sini ya?!?! salah nii, rumahnya di sebelah sana..." si sopir pun mengkentikan mobil. Akhirnya mereka berdua turun, kali ini sang kakek yang turun terlebih dahulu. Sama seperti saat mereka naik, mereka pun turun dengan perlahan-lahan (maklum lah, sudah tua). Saat sang nenek ingin turun, dari luar mobil, sang kakek membantu istrinya turun. Ia memegangi tangan istrinya sampai ia turun sepenuhnya.
Setelah itu, nenek itu membayar "abang" angkot kemudian berbalik ke arah rumahnya. Setelah mobil kembali berjalan, terlihat mereka berdua yang sedang berjalan menuju arah yang berlawanan dengan mobil angkot. Sang kakek menggandeng istrinya dan mereka berjalan perlahan-lahan.
Mengapa hal sesederhana ini kuanggap sebagai pemandangan indah?!?!
Aku mencoba merenungkan kehidupan sepasang kakek nenek itu. Mereka adalah 2 individu yang berbeda. Pria dan wanita adalah perbedaan dasarnya. Disamping itu masih banyak lagi perbedaan yang mereka miliki. Disamping perbedaan itui mereka memutuskan bahwa satu sama lain adalah pasangan hidupnya. Mereka hidup saling mengasihi sampai setua itu, itulah yang dinamakan sebuah perkawinan. "love each other, for better for worse". Aku memang tidak tau apakah keadaan "better" yang mereka alami dan "worse" yang juga mereka hadapi.
Memang sebenarnya tidak boleh menilai hanya dalam sekali pandang saja, kita harus mengobservasi lebih banyak baru boleh menarik kesimpulan. Namun untuk masalah pandangan yang "kebetulan" ini kan tidak bisa direncanakan, dan kapan akan bertemu mereka lagi juga tidak tahu...jadi, yahh sekilas saja saya mencoba menganalisis, hehehe, bahwa mereka masih saling mencintai satu sama lain...
Ada sebuah kutipan yang aku baca entah dimana. Kutipan itu berbunyi: Dalam sebuah pernikahan seharusnya adalah "mencintai walaupun...." dan bukan "mencintai karena....."
Sepasang kakek nenek ini pastinya telah berhasil mencintai walaupun pasangannya memiliki banyak kekurangan. Ya memang, tidak ada orang yang sempurna kan?!?!
Ya, untuk sebuah hubungan suami istri memang seharusnya seperti itu. Namun, sebelum kita bisa belajar "mencintai walaupun", namun biasanya perasaan yang muncul terlebih dahulu adalah "mencintai karena"....jadi gimana donk?!?!
Mengingat kata-kata seorang dosen, saat membahas masalah KDRT: "makanya kalo cari suami di tes dulu, pake tes fit and proper test."
meskipun nada bicaranya hanya bercanda, kalau dipikir-pikir benar juga kata-katanya itu, akan tetapi, bertentangan sekali ya dengan istilah "mencintai walaupun" bukankah begitu?!?!
Hm.....sebenarnya, ini sungguh membingungkan, tapi begitulah hidup. Kita dihadapkan pada pilihan dan kita bebas memilih sesuai dengan konsekuensinya masing-masing.
Jadi pertanyaannya adalah kapan kita bisa dengan yakin memilih untuk "mencintai seseorang walaupun...." ?!?!
Moga-moga, saya pribadi bisa menerapkan keduanya, "fit and proper test" dan "mencintai walaupun" itu supaya nanti bisa seperti sepasang kakek nenek yang kulihat pagi ini, mencintai satu sama lain selama-lamanya...
" for better for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health...
To love and to cherish till death do us part" ^^
Good Day Everybody..... ;D

0 comments:
Post a Comment